Malam hari yang senyap, dalam kondisi Yogyakarta yang hening. Tepatnya di warung kopi sepanjang jalan yang berderet panjang, penuh tawa renyah dan sangat menghangatkan suasana. Cerita-cerita penuh dengan deretan diksi yang terpilih serta puisi-puisi yang dibacakan penyair kopi. Tak ada rasa malu kala membacakannya, sementara aku membaca puisi dari WS.Rendra yang berjudul "Pesan Pencopet Kepada
Saat asu mulai
menggonggong
Disitulah
brengseknya dirimu terbekas
Dari sekian asu asu
asu yang ada
Yang aku tahu hanya
asu yang brengsek sepertimu
Asu yang membikin
aku meng-asu-kanmu
Asu dan hanya kata
asu asu dan asu
Asu sekali lagi aku
katakan
Biar kamu anggap
kotor karena halnya kamu itu asu dan asu
Dan asu pun berkata
aku bukan asu
Namun kamu asu dan
asu dan asu yang sangat asu
Hati-hati bicara
denganku asu
Dari sekian asu yang
ada
Yang aku tahu hanya
asu yang jalang seperti mu
Asu dan asu yang aku
tahu
Dan asu berkata
kepadamu
Kamu asu
Kamu asu
Kamu asu
*Puisi ini didedikasikan untuk terjalang, puisi ini tercipta karena perpaduan dari 2 penyair amatir. Puisi ini tercipta di Pantai Slili.
Cucu: "Hai
Nek..., Nenek lagi apa tuh?"
Nenek: "Nenek
lagi nyari daun kelapa nih.."
Cucu: "Untuk
apa daun kelapa Nek?"
Nenek: "Untuk
dibuat ketupat, Sayang.."
Cucu: "Trus
ketupat untuk apa Nek?"
Nenek: "Untuk
dimakan nanti"
Cucu: "Ooh
nanti. Kalo sekarang nenek lagi apa?"
Nenek: "Ngambil
daun kelapa. Hih!"
Cucu: "Untuk
apa?"
Nenek: "Untuk
dibuat ketupat. Udah
nenek bilang kan,
tadi?"
Cucu: "Ketupat
itu untuk apa nek?"
Nenek: "Ya
untuk dimakanlah. Masa
untuk keramas."
Cucu: "Ohh gitu
ya, Nek."
Nenek: "Iya.
Sudah pergi main sana.
Jangan ganggu
nenek."
Cucu:
"Kenapa?"
Nenek :"Nenek
lagi sibuk."
Cucu: "Sibuk
ngapain sih Nek?"
Nenek: "Nyari
daun kelapa. Kan udah
dibilang
tadiiiii....."
Cucu: "Daun
kelapa untuk apa?"
Nenek: "Untuk
buat KETUPAAAAT!!!"
Cucu: "Nenek
bicara sama siapa?"
Nenek: "Sama
kamu lah!!"
Cucu: "Kenapa
teriak-teriak? Saya kan di dekat nenek."
Nenek: "Karena
kamu gak paham-paham. Enggak lihat apa nenek lagi kerja?"
Cucu: "Ooh.
Kerja apa Nek?"
Nenek:
"Arrrrrghhhhhhhh!!! NYARI
DAUN
KELAPAAAA!"
Cucu: "Daun
kelapa untuk apa?"
Nenek: "Ya
Allahh... cucu aku Ini. Untuk dimakannn!"
Cucu: "Kan ada
beras di rumah. Kenapa nenek mau makan daun kelapa?"
Nenek: "Cucu
nenek yang paling
ganteng... Sebelum
nenek dapet
stroke, sebaiknya
kamu pergi sana,
biarkan nenek
bekerja. Jangan
ganggu
yaaaaaaa...?"
Cucu: "Kok
dapet stroke?! Jadi
sebenarnya nenek
nyari daun kelapa
atau nyari stroke?
Stroke itu apa sih
Nek? Apa dia hijau
juga kayak daun
kelapa?"
Nenek: ADUHHHH..),
aku stress! Aku
stress, stress,
stress beratt!!
Cucu: "Kalo
cari daun kelapa bikin
stress, kenapa nenek
masih nyari juga?
Nenek:
"CUKUP!!! JANGAN TANYA LAGI BAMBANG..!! KAU PULANG KE
RUMAH SEKARANG!!!!
CEPAT!!
Cucu: "Iya, Nek
. Nenek enggak ikut
pulang?"
Nenek: "Enggak!
Nenek lagi kerja!"
Cucu: "Kerja
apa Nek?"
Nenek: "Cari
daun kelapaaaaaaaa.
Aaaarrrrgghhhh.....!!"
(Si nenek pingsan
dengan sukses)
