Siang ini saya hanya pergi sendiri, dan memang saya sengaja pergi sendiri agar bisa fokus untuk meneruskan novel saya. Saya pergi ke warung kopi Blandongan yang terletak tidak jauh dari kampus saya, disini suasananya nyaman dan pastinya santai sambil sesekali terdengar nyanyian sendu yang dimainkan oleh operator musik. Saya memang pecandu kopi dan penikmat rintik hujan, jika dua unsur tersebut digabung yaitu hujan dan kopi biasanya tercipta beberapa puisi tentang nostalgia.
Mengopi adalah hobi tersendiri untukku, setiap pagi, siang, dan malam tidak ketinggalan mengobrol dengan segelas kopi hitam. Di Yogyakarta lebih tepatnya di daerah dekat UIN Sunan Kalijaga ada banyak warung kopi yang selalu ramai di setiap malamnya, ada Kebun Laras, Blandongan dan masih banyak yang lainnya. Dengan segelas kopi bagiku bisa mendatangkan sebuah inspirasi untuk menulis puisi, cerpen serta karya lain termasuk lukisan abstrak.
Malam ini refresing dulu, gak pake kata-kata dengan kasta bahasa yang
tinggi. Anak dari jurusan bahasa memang menyimpan kata-kata aneh yang
tak lazim digunakan dalam pergaulan dibumi. Tapi aku tidak ingin
membahas tentang hal itu, sekarang urusan dengan hati dan cemburu. Pukul
10.15 WIB malam, masih saja aku dalam kesendirian dan hal itu sekarang
menjadi hal yang wajar, sejak masa itu hilang maka hilanglah sudah apa
yang aku impikan.
Sebentar dan permisi, aku ingin marah tapi dengan bahasa yang kotor. Maaf belum sempat membeli saringan, dengar dan rasakan kemarahanku.
Djaaaaaancok tenan suuuu asu. lanangan wajah bokep rambut wulu kempong kriwul-kriwul. Isamu kok gangguni wong cuk, pengen tak idoni raimu sing koyo bokep kuwi, juiih juuih.
asu ,jangkrik ,djancok ,kirek ,trenggiling, wedus, pitek ,bebek ,manuk ,sapi ,kebo ,emprit ,doro ,gagak, bubur ketan, sego goreng, cangcimeng ,tahu bacem, sate asuu. Wanimu lek aku gak ono cuk, petok aku mendem kembang kantil kowe cuk.
Waaaaaah ternyata belum lega, lagiiii ah.
Mripatmu puuuuicek, untumu jengil, djaaaaancok.
Sebentar dan permisi, aku ingin marah tapi dengan bahasa yang kotor. Maaf belum sempat membeli saringan, dengar dan rasakan kemarahanku.
Djaaaaaancok tenan suuuu asu. lanangan wajah bokep rambut wulu kempong kriwul-kriwul. Isamu kok gangguni wong cuk, pengen tak idoni raimu sing koyo bokep kuwi, juiih juuih.
asu ,jangkrik ,djancok ,kirek ,trenggiling, wedus, pitek ,bebek ,manuk ,sapi ,kebo ,emprit ,doro ,gagak, bubur ketan, sego goreng, cangcimeng ,tahu bacem, sate asuu. Wanimu lek aku gak ono cuk, petok aku mendem kembang kantil kowe cuk.
Waaaaaah ternyata belum lega, lagiiii ah.
Mripatmu puuuuicek, untumu jengil, djaaaaancok.
Aku gemar mengutip sesuatu yang bermakna sastra yang sering aku pakai untuk bahasa puitisku, dengan nada yang sumbang aku sering meneriakkan sesuatu itu, dengan bahasa yang tabu seriang aku suarakan itu. Ini surat yang aku temukan beberapa bulan yang lalu.
Untuk Ananda Zainuri terhormat
Aku pergi ke kota untuk mengunjungi
pamanku yang sakit parah, pertama aku akan merasa bahagia jika surat ini
benar-benar bisa kamu baca. Dan yang kedua aku akan merasa sedih jika kamu
membaca surat ini hingga akhir, akan ada kalimat-kalimat yang menusuk hati dan
aku yang merasakan pertama kali. Kamu kenal Jalaluddin kan Zain? anak juragan
tanah yang sukses, kekayaannya sanggup menghidupi seluruh keluarga yang ada di
kampong ini, kampong yang katamu budaya senioritas masih subur menjamur, aku
dijodohkan dengan Jalaluddin saat aku masih di kelas 3 aliyah di Pesantren dan
itu sebenarnya tidak membuatku bahagia, bahagiaku itu kamu Zain. Memang kita
satu susuan dan itu tidak bisa untuk menyatukan kita dipelaminan, jadi siapa
yang salah. Apakah ini salahku yang lahir ke dunia sehingga membunuh ibuku
sendiri, atau ini salah abahku yang menyuruh ibumu untuk menyusuiku megapa
abahku memilih ibumu Zain, aku sangat sedih dengan hal ini. Aku pergi ke kota
juga untuk menenangkan hatiku, kemarin abah sempat membaca surat-suratmu namun
kemudia beliau membuang surat-surat itu dengan alasan kamu terlalu pandai
untukku, bukankah calon suami itu harus seseorang yang pandai namun mengapa
abah melarangku.
Zainuri yang dirahmati Allah
Ketika kita kecil pernah suatu
ketika kamu memanggilku dengan sebutan “mbak” dan itu sepatutnya tidak kamu
ucapkan, walaupun aku lebih dahulu lahir namun aku menganggapmu masku, kakakku,
abangku. Dan hal inilah yang juga menghalangi perasaan kita, keluargaku
mempunyai adat suami harus lebih tua dari istrinya. Sungguh kepada angin yang
menghembuskan suara lirihku, aku teramat mencintaimu wahai abangku.
Dari pemilik hatimu
Adinda Safira
Dijalan itu aku berdiri
layaknya padi yang masih hijau menunggu mentari
aku menantinya yang pergi jauh menyusuri paku itu
aku sama sekali tidak puitis
dan aku juga tak pandai merayu
namun senda gurau yang bisa aku ciptakan
(Cuplikan puisi yang dibuat di Salafiyah Kajen 2013)
Dimulai dari pembukaan yang agung, kata-kataku akan sulit kamu pahami sehingga aku perlu menciptakan kamus khusus untuk menterjemahkan bahasaku sendiri yang kurang atau bahkan asing kamu dengar. Di desa yang asri dan agung ini aku diperkenalkan dengan sastra bahkan filsafat yang membuat aku seperti ini, setiap malam tak lupa aku menyambangi warung kopi favoritku yang terletak di perempatan jalan. Dan di pagi hari aku biasa ke sekolah tidak mandi dan hal itu wajar dan biasa saja untukku bahkan teman-temanku
(Cerpen yang berjudul Disana tempat ngaji beta)*
Seusai aku berjalan santai menuju lantai 2 yang nyata-nyata adalah tempat dimana para anak-anak jenius berkumpul menjadi satu sehingga menjadikan tempat itu angker bagi siapa pun termasuk para guru, karena anak-anak jenius itu seperti pramuka yaitu kompak satu tujuan(untuk tidur dan gaduh). Aku sempat haru saat temanku yang dulunya sangat malas memintaku untuk mengajarinya kitab kuning, aku maklum karena beberapa minggu lagi akan ada Tes Kitab Kuning/Salaf. Dengan tekun dia belajar dengan siapa pun termasuk denganku bahkan menyeretku saat aku masih berada dikantin sekolah hanya untuk menanyakan arti satu kalimat, dan akhirnya XII B yang angker itu dan banyak dihuni anak-anak jenius nan canggih bisa lulus 100 persen dalam tes kitab.
(Cerpen yang berjudul Kami nakal tapi bandel)*
Saat itu aku terduduk dan ditutup mataku, aku dibentak dan terus menjadi ejekan orang disitu. Aku sakit hati saat ada yang berkata seenaknya saja tanpa memikirkan nasib hati orang lain yang mungkin rentan, dan pementasan selesai.
(Teater Sutaji)
*Cuplikan beberapa karya
layaknya padi yang masih hijau menunggu mentari
aku menantinya yang pergi jauh menyusuri paku itu
aku sama sekali tidak puitis
dan aku juga tak pandai merayu
namun senda gurau yang bisa aku ciptakan
(Cuplikan puisi yang dibuat di Salafiyah Kajen 2013)
Dimulai dari pembukaan yang agung, kata-kataku akan sulit kamu pahami sehingga aku perlu menciptakan kamus khusus untuk menterjemahkan bahasaku sendiri yang kurang atau bahkan asing kamu dengar. Di desa yang asri dan agung ini aku diperkenalkan dengan sastra bahkan filsafat yang membuat aku seperti ini, setiap malam tak lupa aku menyambangi warung kopi favoritku yang terletak di perempatan jalan. Dan di pagi hari aku biasa ke sekolah tidak mandi dan hal itu wajar dan biasa saja untukku bahkan teman-temanku
(Cerpen yang berjudul Disana tempat ngaji beta)*
Seusai aku berjalan santai menuju lantai 2 yang nyata-nyata adalah tempat dimana para anak-anak jenius berkumpul menjadi satu sehingga menjadikan tempat itu angker bagi siapa pun termasuk para guru, karena anak-anak jenius itu seperti pramuka yaitu kompak satu tujuan(untuk tidur dan gaduh). Aku sempat haru saat temanku yang dulunya sangat malas memintaku untuk mengajarinya kitab kuning, aku maklum karena beberapa minggu lagi akan ada Tes Kitab Kuning/Salaf. Dengan tekun dia belajar dengan siapa pun termasuk denganku bahkan menyeretku saat aku masih berada dikantin sekolah hanya untuk menanyakan arti satu kalimat, dan akhirnya XII B yang angker itu dan banyak dihuni anak-anak jenius nan canggih bisa lulus 100 persen dalam tes kitab.
(Cerpen yang berjudul Kami nakal tapi bandel)*
Saat itu aku terduduk dan ditutup mataku, aku dibentak dan terus menjadi ejekan orang disitu. Aku sakit hati saat ada yang berkata seenaknya saja tanpa memikirkan nasib hati orang lain yang mungkin rentan, dan pementasan selesai.
(Teater Sutaji)
*Cuplikan beberapa karya
Malam ini refresing dulu, gak pake kata-kata dengan kasta bahasa yang tinggi. Anak dari jurusan bahasa memang menyimpan kata-kata aneh yang tak lazim digunakan dalam pergaulan dibumi. Tapi aku tidak ingin membahas tentang hal itu, sekarang urusan dengan hati dan cemburu. Pukul 10.15 WIB malam, masih saja aku dalam kesendirian dan hal itu sekarang menjadi hal yang wajar, sejak masa itu hilang maka hilanglah sudah apa yang aku impikan.
Sebentar dan permisi, aku ingin marah tapi dengan bahasa yang kotor. Maaf belum sempat membeli saringan, dengar dan rasakan kemarahanku.
Djaaaaaancok tenan suuuu asu. lanangan wajah bokep rambut wulu kempong kriwul-kriwul. Isamu kok gangguni wong cuk, pengen tak idoni raimu sing koyo bokep kuwi, juiih juuih.
asu ,jangkrik ,djancok ,kirek ,trenggiling, wedus, pitek ,bebek ,manuk ,sapi ,kebo ,emprit ,doro ,gagak, bubur ketan, sego goreng, cangcimeng ,tahu bacem, sate asuu. Wanimu lek aku gak ono cuk, petok aku mendem kembang kantil kowe cuk.
Waaaaaah ternyata belum lega, lagiiii ah.
Mripatmu puuuuicek, untumu jengil, djaaaaancok.
Maaf sebelumnya dan masih belum lega juga, aku lanjut lagi ke permasalahan yaitu cemburu tapi gak terlalu penting sih, entah yang dicemburuin ngrasa apa tidak. aaah pake hastag #Pekadong
Santai sajalah para kaum cowok yang gak peka, kita senasib dan seperjuangan menuju kepekaan dan aku dan kalian yang gak peka akan sangat bahagia bila ada yang berkata begini "kamu kok sekarang peka ya sama aku" atau gini "makasih udah peka ya" teruuuuus gini "aku nyaman sama kamu, sekarang udah peka". eits tapi sabar kaum cowok gak peka, pernah kalian dengar kata-kata "ada juga kok cowok yang peka sama pacarnya" coba sakitnya dimana? cowok juga perlu alaay bro, jangan monoton main top eleven terus.
Sebenarnya aku sedikit malas jika harus membahasa kepekaan, apalagi membahas soal jarak, dan sebenarnya aku ada uts dan aku belajar dikit tadi, karena aku yakin yang berlebihan itu gak baik, kalo ada yang belajar sampe berjam-jam sini aku tantang untuk debat masalah top eleven,hahahaha. enakan main game terus belajar, nah itu yang bener. Apalagi belajar kelompok sama temen-temen :-( iyaaa kamu. terus ninggalin ********* yang sendiri(main top eleven). ah malah jadi ngelantur kemana aja. Tadi siang ada temenku yang update status tentang adaptasinya di kos dan kampus, terus adek kelasnya yang masih duduk di kelas duabelas komen dan sok-sokan nasehatin gini "kuliah emang gitu, ada enak dan gak enaknya, " eh anak kelas duabelas yang tadi siang ngomen, sok tahuu kamu, delok raimu disek lho nang, iseh cilek tur hurung ngrasakke sok-sokan ngandani cuk djancuk. upps, sori lagi kebawa suasana emosi ini, makannya cerita ini gak ada alurnya.
Aku tutup postingan ini dengan kata "kamu, iyaaa kamu. Makan nasi ya jangan makan kertas terus minumnya pake air putih biar sehat jangan pake tinta".
Senyum, terdamba apa kabar
Laut itu semakin meluap
sungai itu malah semakin kering
dedaunan yang hijau kian menyamping
begitulah kiyasan hatiku padamu
bisa kamu pahamikah?
aku yang sedari dulu mencintamu,
STOOOOP, jangan menyela perkataanku
"malam ini aku ingin menyombongkan diriku, jangan
halangi aku yang sudah jelas mencintaimu dan tak apa kamu sakiti"
hatiku membatu
hatiku apatis
namun hatiku masih tetap mencintaimu
hatiku membatu untuk pemuja lain
hatiku apatis namun tidak padamu, sayang
"ini lho buat kamu"kataku
"ini sebuah persembahan sederhana, cuma kamu yang bisa
membuat hal sederhana ini menjadi mewah"
STOOOOP, jangan menyela perkataanku
aku ingin marah, sayang
bisakah kamu tenangkan aku seperti dahulu?
walaupun seperti apapun amarahku
kamu dulu sanggup kok untuk meredam
kamu bisa dan akan bisa
namun, apakah kamu bisa mendekatkan jarak ini?
aku tahu aku jauh
aku tahu aku ini siapa
aku tahu aku ini milik siapa
aku tahu dan akan selalu tahu
namun, apakah aku tahu jika hati ini tidak tahu?
hatiku suram, tingkahku aneh
dan hanya kamu yang menjadi penenangnya
aku pernah bertanya kepada dosen begini
"pak, apa itu jarak"
kemudian dosenku menjawab
"jarak itu pemisah, jarak itu dekat dan jauh"
aku pun kemudian diam, dan dosenku bertanya
"apa itu cinta"
kemudian aku menjawab
"cinta itu jarak dan jarak itu jauh, jadi cinta itu jauh
dan cintaku lagi jauh"
hatiku bernyanyi sendu setiap malam
hatiku cemburu pilu setiap malam
bisakah kamu rasakan itu, sayang
hatiku tidak sepeka impianmu
namun dengan hatiku yang seperti ini
nyatanya aku sanggup mempertahankan kamu
aku berusaha dengan ketidakpekaanku
yang kata temanku seperti berjalan tanpa tangan
yang sebenarnya berjalan itu menggunankan kaki
namun tangan adalah penyeimbang
begitupun dengan hati
hati berjalan tanpa kepekaan tetap saja bisa
namun kata temanku itu cacat
nyatanya dengan kecacatanku aku bisa mempertahankanmu
nyatanya orang yang tidak mempunyai tangan tetap berjalan seimbang
itu hal yang sederhana
antara cinta dan pendalaman hati
Hatiku rentan terluka sekarang
aku serius dengan rasaku padamu
aku tidak cuek kok
namun saja aku sedang marah padamu
aku harap kamu mengerti dengan diamku
seperti diammu kepadaku saat kamu marah
aku rindu masa-masa itu
masa dimana ada tawa yang lebat bagai hujan antara kita
namun sekarang aku mewakilinya lewat puisi yang semua tentang kamu
padahal aku, entah aku siapa
aku rindu masa bersama seperti dulu, sebelum kita dipisahkan oleh jarak
aku disini kamu disana, jauh sekali namun cintaku masih dihatimu
aku yang dulu selalu menantimu dari lantai 2 sekolah
atau berjalan pelan-pelan saat kita bertemu
atau aku yang mengintipmu dari jendela pondoknya pak masrukhan
atau aku yang selalu menitipkan surat kepada sahabatmu
yang kedatangan suratnya selalu terlambat
ini tentang kamu, yang indah-indah tentang kamu
ini tulus dari hati kok
seiring berjalannya usia aku mantapkan saja hati ini ke kamu
jika ada yang berkata bahwa aku dekat dengan wanita lain
itu berita yang tidak benar, itu musrik dan maka
bakarlah oarang yang berkata demikian
karena sekali aku bicara serius maka sampai akhirpun begitu
dulu, saat kita masih pertama pacaran
ada rasa aneh yang menghingapi ubun-ubun
dan aku berkata "aku sayang kamu"
dan aku terus berpegang dengan hal itu
walaupun kamu sakiti beberapa kali aku tetap 100 persen rapopo kok
namun jangan sengaja menyakitiku
nanti malah akhirnya aku bunuh diri terus ngambang dilaut dimakan hiu
kamu mau jika aku dimakan hiu?
STOOOOP, jangan memotong perkataanku
aku ingin bicara, aku ingin waktu yang lebih lama untuk menuntaskan ini semua
iya aku gila
iya aku psikopat
iya aku kurang ajar
iya aku bipolar
iya aku.
namun tak akan pernah secuil pun gigi ini sinis terhadap yang lain
dahiku tak akan mengernyit sedikit pun saat yang lain berbalik dengan aku
kadar dan rasa bahagiaku hanya aku dan tuhan yang tahu
tentang kisah cinta kita yang mengesankan
hanya kenangan yang merekam
namun, sejauh apapun kaki melangkah
pasti suatu saat bertemu juga.
aku sayang kamu.
Sebentar dan permisi, aku ingin marah tapi dengan bahasa yang kotor. Maaf belum sempat membeli saringan, dengar dan rasakan kemarahanku.
Djaaaaaancok tenan suuuu asu. lanangan wajah bokep rambut wulu kempong kriwul-kriwul. Isamu kok gangguni wong cuk, pengen tak idoni raimu sing koyo bokep kuwi, juiih juuih.
asu ,jangkrik ,djancok ,kirek ,trenggiling, wedus, pitek ,bebek ,manuk ,sapi ,kebo ,emprit ,doro ,gagak, bubur ketan, sego goreng, cangcimeng ,tahu bacem, sate asuu. Wanimu lek aku gak ono cuk, petok aku mendem kembang kantil kowe cuk.
Waaaaaah ternyata belum lega, lagiiii ah.
Mripatmu puuuuicek, untumu jengil, djaaaaancok.
Maaf sebelumnya dan masih belum lega juga, aku lanjut lagi ke permasalahan yaitu cemburu tapi gak terlalu penting sih, entah yang dicemburuin ngrasa apa tidak. aaah pake hastag #Pekadong
Santai sajalah para kaum cowok yang gak peka, kita senasib dan seperjuangan menuju kepekaan dan aku dan kalian yang gak peka akan sangat bahagia bila ada yang berkata begini "kamu kok sekarang peka ya sama aku" atau gini "makasih udah peka ya" teruuuuus gini "aku nyaman sama kamu, sekarang udah peka". eits tapi sabar kaum cowok gak peka, pernah kalian dengar kata-kata "ada juga kok cowok yang peka sama pacarnya" coba sakitnya dimana? cowok juga perlu alaay bro, jangan monoton main top eleven terus.
Sebenarnya aku sedikit malas jika harus membahasa kepekaan, apalagi membahas soal jarak, dan sebenarnya aku ada uts dan aku belajar dikit tadi, karena aku yakin yang berlebihan itu gak baik, kalo ada yang belajar sampe berjam-jam sini aku tantang untuk debat masalah top eleven,hahahaha. enakan main game terus belajar, nah itu yang bener. Apalagi belajar kelompok sama temen-temen :-( iyaaa kamu. terus ninggalin ********* yang sendiri(main top eleven). ah malah jadi ngelantur kemana aja. Tadi siang ada temenku yang update status tentang adaptasinya di kos dan kampus, terus adek kelasnya yang masih duduk di kelas duabelas komen dan sok-sokan nasehatin gini "kuliah emang gitu, ada enak dan gak enaknya, " eh anak kelas duabelas yang tadi siang ngomen, sok tahuu kamu, delok raimu disek lho nang, iseh cilek tur hurung ngrasakke sok-sokan ngandani cuk djancuk. upps, sori lagi kebawa suasana emosi ini, makannya cerita ini gak ada alurnya.
Aku tutup postingan ini dengan kata "kamu, iyaaa kamu. Makan nasi ya jangan makan kertas terus minumnya pake air putih biar sehat jangan pake tinta".
Senyum, terdamba apa kabar
Laut itu semakin meluap
sungai itu malah semakin kering
dedaunan yang hijau kian menyamping
begitulah kiyasan hatiku padamu
bisa kamu pahamikah?
aku yang sedari dulu mencintamu,
STOOOOP, jangan menyela perkataanku
"malam ini aku ingin menyombongkan diriku, jangan
halangi aku yang sudah jelas mencintaimu dan tak apa kamu sakiti"
hatiku membatu
hatiku apatis
namun hatiku masih tetap mencintaimu
hatiku membatu untuk pemuja lain
hatiku apatis namun tidak padamu, sayang
"ini lho buat kamu"kataku
"ini sebuah persembahan sederhana, cuma kamu yang bisa
membuat hal sederhana ini menjadi mewah"
STOOOOP, jangan menyela perkataanku
aku ingin marah, sayang
bisakah kamu tenangkan aku seperti dahulu?
walaupun seperti apapun amarahku
kamu dulu sanggup kok untuk meredam
kamu bisa dan akan bisa
namun, apakah kamu bisa mendekatkan jarak ini?
aku tahu aku jauh
aku tahu aku ini siapa
aku tahu aku ini milik siapa
aku tahu dan akan selalu tahu
namun, apakah aku tahu jika hati ini tidak tahu?
hatiku suram, tingkahku aneh
dan hanya kamu yang menjadi penenangnya
aku pernah bertanya kepada dosen begini
"pak, apa itu jarak"
kemudian dosenku menjawab
"jarak itu pemisah, jarak itu dekat dan jauh"
aku pun kemudian diam, dan dosenku bertanya
"apa itu cinta"
kemudian aku menjawab
"cinta itu jarak dan jarak itu jauh, jadi cinta itu jauh
dan cintaku lagi jauh"
hatiku bernyanyi sendu setiap malam
hatiku cemburu pilu setiap malam
bisakah kamu rasakan itu, sayang
hatiku tidak sepeka impianmu
namun dengan hatiku yang seperti ini
nyatanya aku sanggup mempertahankan kamu
aku berusaha dengan ketidakpekaanku
yang kata temanku seperti berjalan tanpa tangan
yang sebenarnya berjalan itu menggunankan kaki
namun tangan adalah penyeimbang
begitupun dengan hati
hati berjalan tanpa kepekaan tetap saja bisa
namun kata temanku itu cacat
nyatanya dengan kecacatanku aku bisa mempertahankanmu
nyatanya orang yang tidak mempunyai tangan tetap berjalan seimbang
itu hal yang sederhana
antara cinta dan pendalaman hati
Hatiku rentan terluka sekarang
aku serius dengan rasaku padamu
aku tidak cuek kok
namun saja aku sedang marah padamu
aku harap kamu mengerti dengan diamku
seperti diammu kepadaku saat kamu marah
aku rindu masa-masa itu
masa dimana ada tawa yang lebat bagai hujan antara kita
namun sekarang aku mewakilinya lewat puisi yang semua tentang kamu
padahal aku, entah aku siapa
aku rindu masa bersama seperti dulu, sebelum kita dipisahkan oleh jarak
aku disini kamu disana, jauh sekali namun cintaku masih dihatimu
aku yang dulu selalu menantimu dari lantai 2 sekolah
atau berjalan pelan-pelan saat kita bertemu
atau aku yang mengintipmu dari jendela pondoknya pak masrukhan
atau aku yang selalu menitipkan surat kepada sahabatmu
yang kedatangan suratnya selalu terlambat
ini tentang kamu, yang indah-indah tentang kamu
ini tulus dari hati kok
seiring berjalannya usia aku mantapkan saja hati ini ke kamu
jika ada yang berkata bahwa aku dekat dengan wanita lain
itu berita yang tidak benar, itu musrik dan maka
bakarlah oarang yang berkata demikian
karena sekali aku bicara serius maka sampai akhirpun begitu
dulu, saat kita masih pertama pacaran
ada rasa aneh yang menghingapi ubun-ubun
dan aku berkata "aku sayang kamu"
dan aku terus berpegang dengan hal itu
walaupun kamu sakiti beberapa kali aku tetap 100 persen rapopo kok
namun jangan sengaja menyakitiku
nanti malah akhirnya aku bunuh diri terus ngambang dilaut dimakan hiu
kamu mau jika aku dimakan hiu?
STOOOOP, jangan memotong perkataanku
aku ingin bicara, aku ingin waktu yang lebih lama untuk menuntaskan ini semua
iya aku gila
iya aku psikopat
iya aku kurang ajar
iya aku bipolar
iya aku.
namun tak akan pernah secuil pun gigi ini sinis terhadap yang lain
dahiku tak akan mengernyit sedikit pun saat yang lain berbalik dengan aku
kadar dan rasa bahagiaku hanya aku dan tuhan yang tahu
tentang kisah cinta kita yang mengesankan
hanya kenangan yang merekam
namun, sejauh apapun kaki melangkah
pasti suatu saat bertemu juga.
aku sayang kamu.
Ketika
kesadaran ini enggan untuk sadar
dan
ketika yang berlanjut adalah sebuah kebohongan
tuhan
terlalu baik dengan kita
tuhan
berbaik hati untuk membiarkanku menemukanmu
dan
akhirnya aku mencintaimu
selama
itu aku berbahagia
bahkan
saat kita tidak bersama lagi
yang
ada hanya rasa yang kalang kabut
dimana
sebenarnya tuhan meletakkanmu dalam hatiku
karena
kamu selalu ada hingga saat ini
aku
buka merayu
namun
ini yang aku tuju
sebuah
penantian yang dibalas pertemuan
(Sleman, 10.2014)
Untuk kesekian kali
aku harus berurusan dengan jarak dan dilema, aku tidak ingin membencimu karena
dengan membencimu justru membuat aku mati hati, keindahanmu memang termashur
diantara publik.
Kepadamu, bolehkah
aku bicara?
Aku memang telah
berakhir untuk menjadi kekasihmu dan
engkau yang meminta hal
tersebut, aku memang salah telah terlambat untuk memperbaiki diriku
hingga kamu mulai jenuh dan berfikiran bahwa aku telah berubah, aku memang
tidak pantas untukmu yang istimewa karena aku sederhana, dan dengan sederhana
aku dulu bisa mencintamu, dan sekali lagi aku ucapkan bahwa dengan sikap
sederhanaku aku dulu bisa mencintamu dan berjanji bahwa hati ini untuk kamu,
ingat bahwa sikap sederhanaku yang membuatku bisa berbicara banyak tentang
kamu, sikap sederhanaku yang mampu membawaku kerumahmu dan dengan sikap
sederhanaku aku berusaha mencari hati keluargamu. Dan sikap sederhanaku yang
mampu merubahku untuk sabar menghadapimu yang kadang marah tanpa arti, sikap
sederhanaku yang membuat aku bisa berkorban dalam lelahku hanya untuk menuruti
maumu dan aku bahagia dengan sikap sederhanku karena sikap sederhanaku adalah
hal istimewa untukku. Dan jika aku cuek terhadapmu, tandanya ada yang kurang
dalam diriku dan kamu tidak pernah salah karena aku yang selalu salah dimatamu
dengan sikap sederhanaku. Apakah aku salah menempatkan diriku seperti ini, saat
kamu memintaku untuk tidak sederhana maka aku itu bukan aku dan aku yang kamu
pinta itu bukan aku.
Kepadamu, bolehkah
aku bicara lagi?
Saat senja datang
dan langit birumu mulai menghitam dan pekat namun dia tetap memberikan bulan
dan bintang untuk mencerahkan malammu, langit tidak pernah biru bahkan tidak
pernah hitam andai warna tidak pernah terwujud dalam dunia, langitmu yang
dibumi juga begitu, tetap memberi bulan dan bintang untukmu.
Terpikir nikmat
semalam yang buat aku selimpangan
Kerinduan yang
mendasar terlukis dilangit malam
Ada apa gerangan
sehingga aku demikian
Rindu yang belum
terobati semakin membuat hasrat untuk temui
Ketika mentari
terbit
Aku terbangun dalam
alunan lagu harmoni
Terbentuk dari
sisa-sisa pertemuan kemarin denganmu
Cintaku yang
tersungging halus
Senyum padaku hingga
aku pulang
Aku ingin berjumpa
dalam pagi menjelang
Dasarku mencintaimu
adalah tanpa apapun
Dalam pagi yang
menjelang siang
Aku masih saja rindu
akan bayang rembulan.
Bolehkah aku meminjam ragamu?
Bolehkah aku meminjam hatimu?
aku ingin tahu rasanya menjadi peka
Terlalu banyak firasatku tentang itu, tentang angin yang terus saja menamparku tanpa henti tanpa permisi tanpa imbalan ciuman ikhlas hati. Di serambi aku duduk dan menekuni debu-debu kecil yang terbang, kata siapa terbang itu harus memakai sayap, aku terus berpikir demikian, aku tak peduli akan paham atau tidak, ini hatiku yang tak akan aku pinjamkan ke siapa pun karena hati ini untuk kamu. Aku melanjutkan lamunanku yang sempat terputus oleh debu-debu tanpa sayap yang banyak itu, aku tinggal disalah satu hati yang kosong, hati yang beku tanpa lampu yang disebut suram.
Aku terduduk sendiri diantara bingung dan duka serta kecewa, banyak yang berharap akan hatimu namun terima kasih kamu tidak menerimanya, pada hari ini kurang tiga hari dimana angka yang paling kubenci akan muncul. Yang tersayang kamu dimana?
Setiap detik ada yang aneh
hingga aku tidak tahu aku ini siapa
apakah aku bermimpi
apa yang disebut dengan benci dan cinta
mungkin tak ada bedanya
Namun selalu aku bertanya , adakah aku dimimpimu. Tolonglah aku tuhan, sentuhanku tak mampu menyentuhnya. Begitu sakit yang amat terasa hingga sakit itu sudah biasa aku rasa. Tak ada obat penawarnya, dimana? Tuhan, bantu aku mencarinya. Suara sumbang itu masih saja terdengar nyaring terdengar di telingaku.
Yogyakarta, 1 Oktober 2014
Bolehkah aku meminjam hatimu?
aku ingin tahu rasanya menjadi peka
Terlalu banyak firasatku tentang itu, tentang angin yang terus saja menamparku tanpa henti tanpa permisi tanpa imbalan ciuman ikhlas hati. Di serambi aku duduk dan menekuni debu-debu kecil yang terbang, kata siapa terbang itu harus memakai sayap, aku terus berpikir demikian, aku tak peduli akan paham atau tidak, ini hatiku yang tak akan aku pinjamkan ke siapa pun karena hati ini untuk kamu. Aku melanjutkan lamunanku yang sempat terputus oleh debu-debu tanpa sayap yang banyak itu, aku tinggal disalah satu hati yang kosong, hati yang beku tanpa lampu yang disebut suram.
Aku terduduk sendiri diantara bingung dan duka serta kecewa, banyak yang berharap akan hatimu namun terima kasih kamu tidak menerimanya, pada hari ini kurang tiga hari dimana angka yang paling kubenci akan muncul. Yang tersayang kamu dimana?
Setiap detik ada yang aneh
hingga aku tidak tahu aku ini siapa
apakah aku bermimpi
apa yang disebut dengan benci dan cinta
mungkin tak ada bedanya
Namun selalu aku bertanya , adakah aku dimimpimu. Tolonglah aku tuhan, sentuhanku tak mampu menyentuhnya. Begitu sakit yang amat terasa hingga sakit itu sudah biasa aku rasa. Tak ada obat penawarnya, dimana? Tuhan, bantu aku mencarinya. Suara sumbang itu masih saja terdengar nyaring terdengar di telingaku.
Yogyakarta, 1 Oktober 2014
Pertemuan itu mengawali semua, namaku Hermawan yang menjadi tokoh utama di cerita ini. Aku masih bingung dengan tingkah dunia yang kadang kekanakan ini, singkat cerita aku masih duduk di bawah pohon palem sore itu, beberapa orang nampak linglung seperti orang yang patah hati, mereka nampak bingung. "Ada apa ini"tanyaku dalam hati kecil.Apakah hari ini sudah kiamat? aku rasa tidak, karena pagi tadi matahari masih terbit dari arah timur dan kini hampir tenggelam dibarat, apa yang sebenarnya terjadi pada hari ini?
"Sedang apa kamu disini"suara kecil nan lirih itu terdengar dan membuat aku kaget, sontak aku langsung menoleh ke arah belakang dengan cepat.
"Emmm tidak ada apa-apa, tapi aku yang aneh atau orang lain"
"tidak ada yang aneh didunia ini, hanya saja yang menganggap aneh adalah perasaan kita"
"Kau bisa lihat kan, anehnya dunia ini, terutama dunia televisi yang membuat aku bingung"
"mengapa"
"adikku tidak bisa menonton Spongebob lagi, sekarang adikku di cekoki acara siluman itu"
"oh begitu, mungkin dan mungkin ini jawaban yang pasti, semua hanya mementingkan materi Her"
Setelah pertemuan itu, aku merunduk dan membayangkan dunia yang lucu ini, yang baik kadang dianggap salah, yang buruk malah dianggap benar bahkan dianggap menghibur. Rasanya seperti kita tidak dianggap kebaikannya terhadap orang lain, semoga kamu paham dengan maksudku.
"Bangsaaaaaaaaaaaaaat"
"siapa yang bodoh"caciku dalam hati
Sore itu aku terduduk setelah perbincangan itu, yang ada hanya keping-keping kebahagiaan yang masih tersimpan, bahagia saat aku kecil dulu, saat film-film kartun masih merdeka di televisi Indonesia.
Saat aku dewasa, anak-anak pada zaman ini kehilangan bahagianya yang sangat berarti, nampaknya mereka malah menikmati sinetron-sinetron yang berbau dewasa, padahal usia mereka belum pantas untuk menonton itu. Dulu masih ada serial kartun Bobo, Dora, Rugrats, Hey Arnold dan masih banyak lagi. Bahagia dan harapan serti sifat tergantung masa kecil anak itu.
Siang itu aku hanya melamun di kos sehabis kuliah pagi, rasa kantuk dan lelah terobati saat melihat foto-foto jadul si dedek, Postur tubuhnya yang mudah berubah dan dia anak yang aneh, sebenarnya aku membicarakan diriku sendiri, hahahahaha. Dimulai saat aku masig berumur 14 tahun, sebelum tabrakan wajahku masih bersih dan agak putih sedikit, :-P
Keterangan : Foto ini diambil di salah satu pantai di Jepara, dan rambutku masih pendek karena sehabis dicukur habis.
Dan ada lagi saat usiaku masih 15 tahun, saat itu luka dan bercak masih tersisa di wajahku namun tidak begitu terlihat. Lagi-lagi memakai seragam pramuka
Keterangan : Saat itu aku masih menjadi dewan ambalan atau bahkan belum mungkin, sore itu aku latihan pramuka dengan segala tingkah gilaku, seorang anak umur 15 tahun yang sok-sokan.hahhaa
Kemudian lambat laun aku menjadi senior dengan masih membawa tingkah gilaku, dan hal itu didukung oleh teman-temanku yang gila semua,
Keterangan : Foto ini diambil di Desa Tempur, Jepara. Di sebuah kaki gunung yang sangat dingin aku dan teman-teman memandu acara penerimaan tamu ambalan, dan aku masih ingat betul hari itu adalah hari Jumat.
Dan para teman-teman yang gila dan yang menerima kegilaan teman-temannya adalah yang terbaik, seperti kalian ini.
Keterangan : Foto ini diambil di salah satu pantai di Jepara, dan rambutku masih pendek karena sehabis dicukur habis.
Dan ada lagi saat usiaku masih 15 tahun, saat itu luka dan bercak masih tersisa di wajahku namun tidak begitu terlihat. Lagi-lagi memakai seragam pramuka
Keterangan : Saat itu aku masih menjadi dewan ambalan atau bahkan belum mungkin, sore itu aku latihan pramuka dengan segala tingkah gilaku, seorang anak umur 15 tahun yang sok-sokan.hahhaa
Kemudian lambat laun aku menjadi senior dengan masih membawa tingkah gilaku, dan hal itu didukung oleh teman-temanku yang gila semua,
Keterangan : Foto ini diambil di Desa Tempur, Jepara. Di sebuah kaki gunung yang sangat dingin aku dan teman-teman memandu acara penerimaan tamu ambalan, dan aku masih ingat betul hari itu adalah hari Jumat.
Dan para teman-teman yang gila dan yang menerima kegilaan teman-temannya adalah yang terbaik, seperti kalian ini.
Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan untuk kami, naik turun gunung dengan berjalan(masak guling-guling)
Ada foto-foto lain yang keren, ah tapi kerennya bohong aja.
Entah siapa fotografer dari foto ini.
Kenangan itu akan selalu ada, karya merupakan bukti bahwa kamu pernah hidup.
Selamat malam.
bagaimana kabarmu?
Seharian kita bertingkah aneh sekali, kadang aku yang ngambek kadang pula kamu yang balik ngambek, pada jam ini tepatnya pukul 07.59 malam kamu tinggalkan aku. Aku masih terpaku sendiri disini, mendengarkan lagu ini. Lagu itu yang mengawaliku yakin bahwa dulu kita mempunyai rasa yang sama, sudah satu minggu ini aku tidak mengisi blogku dengan tulisan apapun, selama itu pula aku menulis sebuah puisi yang sebenarnya akan aku kirim sebelum kamu tidur, namun aku rasa takut, entah mengapa aku berpikir demikian, aku tidak ingin puisi ini membusuk menunggu pembacanya yaitu kamu. Jelitaku yang lalu, namun kamu masih menjadi jelitaku sampai kapan pun, apakah aku gila?? iya aku memang gila mencintaimu hingga saat kamu meminta untuk berpisah aku masih saja merengek memintamu kembali dan akhirnya kamu kembali, namun semua tidak berlangsung lama saat kamu meminta berpisah untuk kedua kalinya, apakah aku gagal?
Yang ada hanya sebuah syair pilu yang aku tulis hingga sekarang dan tidak akan berhenti, aku memang terlalu berlebihan mencintaimu hingga kamu jenuh, dan aku terlalu sederhana hingga kamu bosan, aku terlalu memanjakanmu hingga kamu merasa ingin bebas. Aku memang teramat salah melakukan itu semua, hati lelaki kadang perlu dipecut untuk lebih baik, dan aku terpecut dua kali, namun aku masih belum bsa memahami apa itu kamu.
Dan sebuah perasaan akan terus mengembang, mohon patahkan teoriku tentang Orang yang istimewa akan kalah dengan orang yang selalu ada, mohon teramat sangat, patahkanlah teori itu jelita, aku memang tidak peka terhadapmu, dan saat kamu bilang"ada juga cowok yang peka sama ceweknya"dan setelah kamu mengatakan demikian aku merasa gagal, gagal sebagai segalanya, gagal sebagai langitmu dan kamu lupa sesuatu.
Sebuah syair yang aku tulis pada tanggal 5 September 2014
Beriak air pada pagi yang indah
kemarin sebuah percaturan terjadi
terpaksa aku yang diundur kedua kali
aku memandang sebuah kelancangan hati
menerka setelah ini apa yang terjadi
aku harap ini hanya mimpi
mungkin ini jalan tuhan
yang mengisyaratkan aku harus belajar mencintaimu lagi
aku menerka abadi
namun aku tidak bisa
aku bersyair sepanjang jalan kenangan yang kita buat
aku tidak menyesal pernah mencintamu
namun aku menyesal mengapa aku tidak bisa percaya
tuhan pun menerangkan semua lewat perkataanmu
sejuk damai namun aku tidak rasakan itu
kamu bilang aku harus bersabar
namun kesabaranku sudah diperkosa oleh tangis
kamu bilang aku harus mencari yang lain
namun yang lain sudah mati
kamu bilang kita pasti bersama lagi
namun kapankah itu
aku bergelayut pada dahan
dahan yang lapuk dan 3 detik lagi hancurkan aku ditanah
(Yogyakarta, Serambi Perlawanan UIN Sunan Kalijaga)
Selamat malam manusia yang selalu aku nanti hingga saat ini.
Dariku :-D
Aku melupakan sebuah lagu, aku tulis liriknya untukmu
aku Adalah Kekasih Yang Tak Pernah
Mungkin Engkau Lupa
dan Akulah Yang Ada Didirimu dan Jiwamu
Terlalu Banyak Yang Sudah aku Berikan
Kepadamu dan Akhirnya Harapan Didiriku
dan didirimu
Tak Mungkin Semua Yang Sudah Satu Hati
Hancur Tercabik Dalam Waktu Yang Tak Pasti
Karena Semua Rasaku Hanya Padamu
Untuk Selamanya
Walaupun Langit Akan Jatuh
Pada Hari Yang Terakhir
aku Akan Berikan Hatiku Kepadamu
bagaimana kabarmu?
Seharian kita bertingkah aneh sekali, kadang aku yang ngambek kadang pula kamu yang balik ngambek, pada jam ini tepatnya pukul 07.59 malam kamu tinggalkan aku. Aku masih terpaku sendiri disini, mendengarkan lagu ini. Lagu itu yang mengawaliku yakin bahwa dulu kita mempunyai rasa yang sama, sudah satu minggu ini aku tidak mengisi blogku dengan tulisan apapun, selama itu pula aku menulis sebuah puisi yang sebenarnya akan aku kirim sebelum kamu tidur, namun aku rasa takut, entah mengapa aku berpikir demikian, aku tidak ingin puisi ini membusuk menunggu pembacanya yaitu kamu. Jelitaku yang lalu, namun kamu masih menjadi jelitaku sampai kapan pun, apakah aku gila?? iya aku memang gila mencintaimu hingga saat kamu meminta untuk berpisah aku masih saja merengek memintamu kembali dan akhirnya kamu kembali, namun semua tidak berlangsung lama saat kamu meminta berpisah untuk kedua kalinya, apakah aku gagal?
Yang ada hanya sebuah syair pilu yang aku tulis hingga sekarang dan tidak akan berhenti, aku memang terlalu berlebihan mencintaimu hingga kamu jenuh, dan aku terlalu sederhana hingga kamu bosan, aku terlalu memanjakanmu hingga kamu merasa ingin bebas. Aku memang teramat salah melakukan itu semua, hati lelaki kadang perlu dipecut untuk lebih baik, dan aku terpecut dua kali, namun aku masih belum bsa memahami apa itu kamu.
Dan sebuah perasaan akan terus mengembang, mohon patahkan teoriku tentang Orang yang istimewa akan kalah dengan orang yang selalu ada, mohon teramat sangat, patahkanlah teori itu jelita, aku memang tidak peka terhadapmu, dan saat kamu bilang"ada juga cowok yang peka sama ceweknya"dan setelah kamu mengatakan demikian aku merasa gagal, gagal sebagai segalanya, gagal sebagai langitmu dan kamu lupa sesuatu.
Sebuah syair yang aku tulis pada tanggal 5 September 2014
Beriak air pada pagi yang indah
kemarin sebuah percaturan terjadi
terpaksa aku yang diundur kedua kali
aku memandang sebuah kelancangan hati
menerka setelah ini apa yang terjadi
aku harap ini hanya mimpi
mungkin ini jalan tuhan
yang mengisyaratkan aku harus belajar mencintaimu lagi
aku menerka abadi
namun aku tidak bisa
aku bersyair sepanjang jalan kenangan yang kita buat
aku tidak menyesal pernah mencintamu
namun aku menyesal mengapa aku tidak bisa percaya
tuhan pun menerangkan semua lewat perkataanmu
sejuk damai namun aku tidak rasakan itu
kamu bilang aku harus bersabar
namun kesabaranku sudah diperkosa oleh tangis
kamu bilang aku harus mencari yang lain
namun yang lain sudah mati
kamu bilang kita pasti bersama lagi
namun kapankah itu
aku bergelayut pada dahan
dahan yang lapuk dan 3 detik lagi hancurkan aku ditanah
(Yogyakarta, Serambi Perlawanan UIN Sunan Kalijaga)
Selamat malam manusia yang selalu aku nanti hingga saat ini.
Dariku :-D
Aku melupakan sebuah lagu, aku tulis liriknya untukmu
aku Adalah Kekasih Yang Tak Pernah
Mungkin Engkau Lupa
dan Akulah Yang Ada Didirimu dan Jiwamu
Terlalu Banyak Yang Sudah aku Berikan
Kepadamu dan Akhirnya Harapan Didiriku
dan didirimu
Tak Mungkin Semua Yang Sudah Satu Hati
Hancur Tercabik Dalam Waktu Yang Tak Pasti
Karena Semua Rasaku Hanya Padamu
Untuk Selamanya
Walaupun Langit Akan Jatuh
Pada Hari Yang Terakhir
aku Akan Berikan Hatiku Kepadamu
Aku tersenyum
menjelajah pagi yang penuh goresan bekas subuh
guratan garis-garis indah terpampang diatasku
aku melamun sejak semalam
baru pagi tadi aku tersadar
yang terindah mungkin harus memilih
antara bebas dan aku
aku mencintainya
bahkan melebihi gilaku
aku pernah disakitinya
namun karena cintaku
aku bertahan hingga sekarang
walaupun tak lagi seperti yang dulu
aku mengkiyaskan hati sebagai puisi
yang indah hanya menjalani
yang suram pun demikian
aku menjagamu sebagaimana hati
hati yang kian berbeda
hati yang mudah terluka
hati yang entah terserah kamu anggap apa
hanya saja aku disini
menjajakan senyumanku untukmu
mengernyit dahiku
memandang potretmu
hanya sendiri
meratap sepi yang kita buat
aku menanti
menantimu dengan setiap hari dengan puisi
menjelajah pagi yang penuh goresan bekas subuh
guratan garis-garis indah terpampang diatasku
aku melamun sejak semalam
baru pagi tadi aku tersadar
yang terindah mungkin harus memilih
antara bebas dan aku
aku mencintainya
bahkan melebihi gilaku
aku pernah disakitinya
namun karena cintaku
aku bertahan hingga sekarang
walaupun tak lagi seperti yang dulu
aku mengkiyaskan hati sebagai puisi
yang indah hanya menjalani
yang suram pun demikian
aku menjagamu sebagaimana hati
hati yang kian berbeda
hati yang mudah terluka
hati yang entah terserah kamu anggap apa
hanya saja aku disini
menjajakan senyumanku untukmu
mengernyit dahiku
memandang potretmu
hanya sendiri
meratap sepi yang kita buat
aku menanti
menantimu dengan setiap hari dengan puisi
Cerah aku lihat matahari senja ini
dikala mata-mata mulai memantul akan sinarnya
disudut lain
seorang lelaki mencoba setia
namun waktu memaksanya untuk bangun dari mimpi
lelaki itu hanya bisa senyum
senyum yang menurutnya sangat menyakitkan
dikala rembulan membuat laut pasang
lelaki itu hanya berdiam
dikala kicauan burung bersahutan
lelaki itu hanya berdiam
dia berkata
mengapa kamu tak pernah melakukan itu untukku
dengan maksud
lelaki itu menyukai hal yang sederhana
namun
hal sederhana itu dilakukan demi orang lain oleh wanitanya
sejak dulu
lelaki itu berharap wanita itu melakukan hal tersebut, untuknya
namun apalah artinya
saat yang diminta malah marah kala itu
tepatnya beberapa bulan yang lalu
sebekum mereka berpisah
andai kata wanita itu melakukannya
lelaki itu akan bahagia
namun lelaki itu sadar
sadar akan siapa dia saat ini
mencoba senyum pun percuma
dia ingin membunuh perkara
mencoba bahagia
dengan wanita itu
walau hanya entah aku tidak bisa katakan itu
Lagu ini untuk kamu, jelitaku. klik namaku Yayad
dikala mata-mata mulai memantul akan sinarnya
disudut lain
seorang lelaki mencoba setia
namun waktu memaksanya untuk bangun dari mimpi
lelaki itu hanya bisa senyum
senyum yang menurutnya sangat menyakitkan
dikala rembulan membuat laut pasang
lelaki itu hanya berdiam
dikala kicauan burung bersahutan
lelaki itu hanya berdiam
dia berkata
mengapa kamu tak pernah melakukan itu untukku
dengan maksud
lelaki itu menyukai hal yang sederhana
namun
hal sederhana itu dilakukan demi orang lain oleh wanitanya
sejak dulu
lelaki itu berharap wanita itu melakukan hal tersebut, untuknya
namun apalah artinya
saat yang diminta malah marah kala itu
tepatnya beberapa bulan yang lalu
sebekum mereka berpisah
andai kata wanita itu melakukannya
lelaki itu akan bahagia
namun lelaki itu sadar
sadar akan siapa dia saat ini
mencoba senyum pun percuma
dia ingin membunuh perkara
mencoba bahagia
dengan wanita itu
walau hanya entah aku tidak bisa katakan itu
Lagu ini untuk kamu, jelitaku. klik namaku Yayad
Pagi hari masih seperti biasa, angin masih berhembus dan matahari masih tersipu malu. Aku bangun dengan keadaan pegal disekujur badan, semalam aku habis menangis semalaman dan aku ternyata rapuh. Temanku datang malam-malam di kosku, dia langsung saja membangunkanku yang mulai terbuai dinginnya malam, dia bercerita kepadaku tentang kekasihnya yang mulai berpaling darinya. Ada rasa iba memang melihat sahabatku seperti ini, begitu pun juga aku yang pasti iba melihat diriku sendiri sepeprti itu. Sahabatku memberikan sepucuk surat, surat itu dari kekasihnya yang meminta putus darinya secara halus dan sopan.
Yogyakarta di september ceria
untuk si Panda tersayang
Sudah lama aku ingin bicara tentang hal ini, namun nyaliku sangat ciut. Setelah kita berpisah jauh dan kita disatukan lagi di kota ini, namun ada sesuatu lain yang membuat aku jengah kepadamu, kamu terlalu menaruh curiga yang mendalam kepadaku, aku juga ingin bebas seperti yang lain. Aku tidak suka jika kamu terus menerus mengendalikanku, aku tahu kamu bermaksud baik, namun aku harus mandiri. Ternyata bukan hanya lelaki yang harus belajar menjadi peka, ternyata wanita pun banyak yang tidak peka, tapi kamu mencoba tersenyum saat aku mengecewakanmu, aku tahu kamu juga jengah denganku, aku juga tidak peka terhadapmu. Aku tahu, hal yang paling kamu inginkan dariku adalah melihatku tersenyum bahagia, dan aku bahagia telah memilikimu, maka tersenyumlah sayang. Aku dan kamu sebenarnya tidak akan terpisah jikalau kamu dan aku mengerti, mengerti bahwa kita akan seterusnya dalam lindungan tuhan, termasuk cinta kita. Sesekali hati kita perlu terluka agar dia tidak selalu dimanja-manja asmara.
Untuk si Panda yang dikelas selalu ceria
alasanku untuk pergi adalah mencintaimu, alasanku untuk kembali adalah mencintaimu, dan seterusnya aku akan mencintaimu, sampai kapan pun itu, walaupun ada tangan kecil yang menaruh didadamu, walaupun ada yang bermanja riang denganmu, namun aku mencintaimu hari ini, kelak dan seterusnya, namun aku pergi karena mencintaimu.
Dariku
si Manis madu
Lantas aku merenung menatap iba mata sahabatku, dia baru 5 bulan berjalan dengan kekasihnya namun dia mendapat luka yang mendalam, dia nampaknya sulit untuk sembuh dari lukanya, lelaki mempunyai beribu alasan untuk bertahan dan satu alasan untuk kembali, yaitu dia ingin serius dengamu, bilamana kamu menyuruhnya pergi, itu sama halnya kamu mematahkan janji dan ucapannya dengan tingkahmu sendiri.
Temanku yang baik yang baru saja terluka, memberikan pelajaran kepadaku bahwa Cinta akan diuji ketika sedang berjauhan, memang sulit untuk percaya namun hal itu lumrah, cinta akan diuji kala satu dengan yang lain mulai tidak bisa saling percaya, yang ada hanya curiga dan curiga, cinta akan bahagia bila yang jauh bisa mengerti dan tidak menyakiti, kala rindu itu biasa namun kala marah itu tidak bisa apa-apa.
Yogyakarta di september ceria
untuk si Panda tersayang
Sudah lama aku ingin bicara tentang hal ini, namun nyaliku sangat ciut. Setelah kita berpisah jauh dan kita disatukan lagi di kota ini, namun ada sesuatu lain yang membuat aku jengah kepadamu, kamu terlalu menaruh curiga yang mendalam kepadaku, aku juga ingin bebas seperti yang lain. Aku tidak suka jika kamu terus menerus mengendalikanku, aku tahu kamu bermaksud baik, namun aku harus mandiri. Ternyata bukan hanya lelaki yang harus belajar menjadi peka, ternyata wanita pun banyak yang tidak peka, tapi kamu mencoba tersenyum saat aku mengecewakanmu, aku tahu kamu juga jengah denganku, aku juga tidak peka terhadapmu. Aku tahu, hal yang paling kamu inginkan dariku adalah melihatku tersenyum bahagia, dan aku bahagia telah memilikimu, maka tersenyumlah sayang. Aku dan kamu sebenarnya tidak akan terpisah jikalau kamu dan aku mengerti, mengerti bahwa kita akan seterusnya dalam lindungan tuhan, termasuk cinta kita. Sesekali hati kita perlu terluka agar dia tidak selalu dimanja-manja asmara.
Untuk si Panda yang dikelas selalu ceria
alasanku untuk pergi adalah mencintaimu, alasanku untuk kembali adalah mencintaimu, dan seterusnya aku akan mencintaimu, sampai kapan pun itu, walaupun ada tangan kecil yang menaruh didadamu, walaupun ada yang bermanja riang denganmu, namun aku mencintaimu hari ini, kelak dan seterusnya, namun aku pergi karena mencintaimu.
Dariku
si Manis madu
Lantas aku merenung menatap iba mata sahabatku, dia baru 5 bulan berjalan dengan kekasihnya namun dia mendapat luka yang mendalam, dia nampaknya sulit untuk sembuh dari lukanya, lelaki mempunyai beribu alasan untuk bertahan dan satu alasan untuk kembali, yaitu dia ingin serius dengamu, bilamana kamu menyuruhnya pergi, itu sama halnya kamu mematahkan janji dan ucapannya dengan tingkahmu sendiri.
Temanku yang baik yang baru saja terluka, memberikan pelajaran kepadaku bahwa Cinta akan diuji ketika sedang berjauhan, memang sulit untuk percaya namun hal itu lumrah, cinta akan diuji kala satu dengan yang lain mulai tidak bisa saling percaya, yang ada hanya curiga dan curiga, cinta akan bahagia bila yang jauh bisa mengerti dan tidak menyakiti, kala rindu itu biasa namun kala marah itu tidak bisa apa-apa.
Untuk persembahan kali ini, inilah lagu yang layak untuk di dengar, lagu yang sendu dan bikin sedikit galau, nih Krisdayanti. Nontonnya di Youtube, hehehhe. Pagi ini aku ingin sedikit santai dalam memposting kiriman, yang biasanya serius sekarang aku buat sedikit santai. Setelah mendengarkan lagunya Krisdayanti, aku akan mengajak kalian unutk mendengarkan lagunya Endank Soekamti.
Aku pengen nyanyi lagunya Endank Soekamti
Apa kabarmu teman - temanku
Ku tahu kamu setia menunggu
Walaupun aku selalu sok sibuk
Kini ku datang hanyalah untukmu
Aku ada disini menghiburmu
Sekali lagi seperti dulu
senang ataupun susah
slalu ceria
long live my family
Ku ingat semua tingkah gilamu
Ku ingat juga wajahmu yang lucu
Kita semua seperti saudara
Tumbuh bersama sampai kita tua
Aku ada disini menghiburmu
Sekali lagi seperti dulu
senang ataupun susah
slalu ceria
long live my family
Apa kabarmu teman - temanku
Lama terasa tidak bertemu
Mungkin dirimu tlah banyak berubah
Jadi apapun tak jadi masalah
Aku ada disini menghiburmu
Sekali lagi seperti dulu
senang ataupun susah
slalu ceria
long live my family
SEKIAN UNTUK DUNIAKU YANG TERTAWA LAGI, AKU MERINDUKANMU.
Aku pengen nyanyi lagunya Endank Soekamti
Apa kabarmu teman - temanku
Ku tahu kamu setia menunggu
Walaupun aku selalu sok sibuk
Kini ku datang hanyalah untukmu
Aku ada disini menghiburmu
Sekali lagi seperti dulu
senang ataupun susah
slalu ceria
long live my family
Ku ingat semua tingkah gilamu
Ku ingat juga wajahmu yang lucu
Kita semua seperti saudara
Tumbuh bersama sampai kita tua
Aku ada disini menghiburmu
Sekali lagi seperti dulu
senang ataupun susah
slalu ceria
long live my family
Apa kabarmu teman - temanku
Lama terasa tidak bertemu
Mungkin dirimu tlah banyak berubah
Jadi apapun tak jadi masalah
Aku ada disini menghiburmu
Sekali lagi seperti dulu
senang ataupun susah
slalu ceria
long live my family
SEKIAN UNTUK DUNIAKU YANG TERTAWA LAGI, AKU MERINDUKANMU.
Kepada si Jelita disana
Entah ini tanggal berapa aku tidak tahu
Ini yang terakhir, semoga.
Dengan memeluk asa aku mengucapkan salam padamu, salam lirih dengan kelapangan dada dan kebesaran hati. Berterima kasih atas segala puji, coba, dan cinta. Aku beruntung mendapatkanmu yang menurutku baik, namun mungkin saja aku yang kurang baik sehingga sayapku terpaksa patah untuk kedua kalinya sehingga aku kini tanpa sayap.
Kepada hati yang terluka, apa kabarmu disini? bersamaku yang luntang-lantung mencari penawar rasa sakit. Bulan-bulan berlalu tidak mungkin aku melupakan semua kenangan yang pernah ada antaraku dan antaramu. Mungkin aku tidak akan lagi berharap bahwa hatimu akan aku miliki kembali, rasanya memang berat untuk berpisah dengan orang yang kita cinta. Namun hidup adalah pilihan, namun kadang hidup itu bukan pilihanmu atau pilihan itu bukan untuk hidupmu.
Rasa sakit dalam hati mungkin lama terobatinya, dan sulit untuk sembuh. Kamu boleh saja melakukan apapun, asalkan kamu bahagia dan baik-baik saja. Tidak perlu memikirkan tentang aku yang jauh dari sempurna ini. Yang hanya bisa mengolok dirinya sendiri dan itu sebuah kebenaran. Ada candu dalam hati, ada rasa yang mengganjal dalam hati saat ada yang berkata "Kamu mulai berubah". Namun semua orang tidak akan pernah tahu jika orang lain tidak memberitahu, maka aku berterimakasih kepadamu yang telah mengabariku tentang perubahan yang ada dalam diriku.
Kepada hati yang gundah gulana.
Detik dalam perjalanan dunia akan berakhir dan itu pasti, aku ingin ada sebuah persembahan indah untukku, untuk yang terakhir aku sangat ingin bahagia denganmu. Namun harapan itu pupus seiring berjalannya waktu dunia. Memang benar adanya bahwa orang yang istimewa akan kalah dengan orang yang selalu ada.
Di senja merah jambu
yang merona seperti pipimu
aku pernah menaburkan mimpi
kau pun menyandarkan harapan bukan?
dan kita sama-sama mengumbar kemesraan
lalu mendung menggulung
satu lagi kemesraan yang robek
dalam gerimis
sementara aku belum mencatatnya sebagai kenangan
sementara kau masih saja menyalahkan waktu
dan aku memaki gurat-gurat takdir
Ah,
inilah cinta kita
serpihan mimpi yang kuhamburkan
mungkin sebagai kenangan yang luput dari ingatan
Jatuh cinta, 2 kata yang sering dianggap orang menakutkan kadang dianggap orang sebagai anugrah. Jatuh cinta berarti kita mengambil keputusan untuk menjaga hati orang yang kita cintai, mencintai bukan hanya kepada manusia saja, tetapi mencintai kepada hamba tuhan, termasuk hewan dan tumbuhan dan kita juga harus mencintai tuhan, saat kita mencintai tuhan, berarti senantiasa kita tidak boleh mengecewakan tuhan dengan sikap kita. Sebuah kisah dari seorang yang sangat aku kenal, orang itu bernama Adelami, seorang lelaki periang yang kini meneruskan kuliahnya di salah satu universitas di Yogyakarta. Kisah cintanya yang paling berkesan bukanlah cinta pertamanya, melainkan cinta yang setelah pertama. Saat itu usianya 15 tahun dan masih kelas X, dia bercerita kepadaku tentang cintanya yang rumit dan penuh lika-liku, dia mencintai seorang wanita sejak kelas X dan baru mendapatkan hatinya pada kelas XII, dan selama waktu itu, Adelami mendalami sifat wanita yang dia kagumi. Dia pernah terluka pada kelas XI, tepatnya pada saat wanita itu berpacaran dengan temannya sendiri, sebelum dia mengetahui berita itu, sikap Adelami kepada wanita yang dia kagumi sangat ramah dan hangat, tapi setelah Adelami mengetahui berita itu, sikap Adelami kepada wanita yang dia kagumi mendadak tidak hangat, Adelami demikian karena dia merasakan cemburu yang hebat. Setiap pulang sekolah Adelami langsung pulang, biasanya dia menanti wanita itu hingga dia menghilang dibalik tembok berwarna hijau. Hati Adelami sudah terlanjur hancur saat itu, dia memutuskan untuk menjauhi wanita itu namun sulit, jadi dia hanya memendam rasa cemburunya untuk waktu yang lama.
Rasa cinta Adelami tidak menghilang begitu saja, dia masih saja tersenyum saat berjumpa. Senyum Adelami kepada wanita itu memang penuh arti, berharap senyum itu terus terekam di otak wanita itu. Adelami sangat mengagumi langit yang biru dan kadang terdapat awan-awan yang digembala angin, setiap jam istirahat dia sempatkan untuk menatap langit. Langit itu sangat indah untuknya, namun untuknya langit juga tempat untuk menyimpan cerita. Adelami menghadap langit sangat lama waktu itu, dia berkata "Andai langit bisa bicara" dan hingga sekarang Adelami tidak pernah mendapat jawaban dari perkataannya.
Aku sempat bingung akan memulai cerita lebih lanjut darimana, yang jelas pasti akan aku ceritakan kerumitan cinta Adelami. Adelami bahagia saat wanita itu putus dari pacarnya, cemburunya gugur dan berkembang menjadi senyuman indah, sebenarnya hati Adelami masih dipenuhi pertanyaan"mengapa bukan aku yang memiliknya terlebih dahulu, saumpama dia aku miliki, dengan sabar pasti aku akan menjaganya" dan masih dengan lamunannya dalam waktu yang sama, dia tersenyum dalam kelegaan hatinya, jujur dia sangat mencintai wanita itu, pepatah jawa mengatakan Witing tresna jalaran saka kulina, waktu yang dilewati Adelami dan wanita itu sebenarnya sudah sangat lama, termasuk saat wanita itu masih berpacaran dengan mantan pacarnya, Adelami tidak kuasa untuk bersikap dingin kepada wanita itu, dalam obrolan mereka tidak terlepas dari hobi-hobi dan hal-hal gila yang mereka sukai.
Hari-hari mereka terkendalan oleh komunikasi, dengan pelantara surat mereka membahas apapun yang mereka gemari, lebih dari 30 surat yang bisa dikatakan sebagai surat cinta terkumpul di almari.
"kamu suka langit" kata wanita itu kepada Adelami
"iya, aku suka langit walaupun dia munafik"
"mengapa begitu"
"kadang-kadang langit sangat cerah namun tiba-tiba hujan"
"jadi kamu tetap menyukai langit"
"aku akan tetap menyukai dan mencintai langit"
Senyum mereka mengembang setelah bercakapan itu, dalam hati Adelami berkata"aku harap aku menjadi penaung birumu yang agung untukmu". Dalam gejolak jiwanya, Adelami memutuskan untuk mengutarakan cintanya, karena dia pikir inilah pembuktian Witing tresna jalaran saka kulina. Dia sudah hampir 1 tahun menjalani pendekatan dengan wanita itu, dan disalah satu bulan Adelami mengutarakan cintanya itu dengan awal yang rumit, mereka harus menyembunyikan hubungan mereka selama lebih 1 bulan karena teman Adelami ada yang dekat dan suka wanita itu, sebenarnya Adelami mengetahui perasaan temannya saat dia berkata "mas, aku pacaran dengan wanita itu", teman Adelami langsung kaget sambil menatapnya dan Adelami menunduk. Dia benar-benar kaku berbicara untuk waktu itu, jadi dia putuskan hanya terus menunduk hingga temannya berkata "yaudah tidak apa-apa". Teman Adelami hanya tersenyum dan Adelami sendiri masih tidak enak hati, namun Adelami berkata "tidak mungkin selamanya aku diam". Dan sejak saat itu Adelami dan kekasihnya mulai merahasiakan hubungannya dan terbongkar beberapa minggu setelahnya serta menjadi kabar hangat di sekolah.
SETELAH ADELAMI LULUS SEKOLAH
"Aku tidak peduli kelak kita mau jadi apa, mau pacaran kek, sahabatan kek, aku tidak peduli, yang penting rasa itu benar-benar ada" tiba-tiba Adelami teringat dengat kata-kata yang pernih dia ucapkan kepada kekasihnya beberapa bulan yang lalu. Sekarang mereka benar-benar lulus sekolah dan rencana mereka akan sama-sama kuliah di Malang dan Adelami mengiyakan ajakan kekasihnya. Namun tiba-tiba ditengah jalan, kekasihnya membatalkan rencana itu dan membuat Adelami sedikit kesal, akhirnya Adelami mendaftar di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta dan diterima sedangkan kekasihnya berada di Semarang, dalam jauhnya jarak, Adelami dan kekasihnya tetap menjaga hubungan. Adelami berkata dalam hati "disinilah kesetiaan lelaki di uji". Adelami menatap langit Yogyakarta dan membayangkan keadaan kekasihnya disana, Adelami teringat dengan kata temannya "Orang yang istimewa akan kalah dengan orang yang selalu ada" jadi Adelami berfikir kekasihnya akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang disekitarnya dibanding dengannya, jadi dia berharap Witing tresna jalaran saka kulina tidak berlaku untuknya dan kekasihnya, Adelami tetap menjaga hati untuk kekasihnya. Dan sebenarnya Adelami itu Aku.
Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati
Rasa cinta Adelami tidak menghilang begitu saja, dia masih saja tersenyum saat berjumpa. Senyum Adelami kepada wanita itu memang penuh arti, berharap senyum itu terus terekam di otak wanita itu. Adelami sangat mengagumi langit yang biru dan kadang terdapat awan-awan yang digembala angin, setiap jam istirahat dia sempatkan untuk menatap langit. Langit itu sangat indah untuknya, namun untuknya langit juga tempat untuk menyimpan cerita. Adelami menghadap langit sangat lama waktu itu, dia berkata "Andai langit bisa bicara" dan hingga sekarang Adelami tidak pernah mendapat jawaban dari perkataannya.
Aku sempat bingung akan memulai cerita lebih lanjut darimana, yang jelas pasti akan aku ceritakan kerumitan cinta Adelami. Adelami bahagia saat wanita itu putus dari pacarnya, cemburunya gugur dan berkembang menjadi senyuman indah, sebenarnya hati Adelami masih dipenuhi pertanyaan"mengapa bukan aku yang memiliknya terlebih dahulu, saumpama dia aku miliki, dengan sabar pasti aku akan menjaganya" dan masih dengan lamunannya dalam waktu yang sama, dia tersenyum dalam kelegaan hatinya, jujur dia sangat mencintai wanita itu, pepatah jawa mengatakan Witing tresna jalaran saka kulina, waktu yang dilewati Adelami dan wanita itu sebenarnya sudah sangat lama, termasuk saat wanita itu masih berpacaran dengan mantan pacarnya, Adelami tidak kuasa untuk bersikap dingin kepada wanita itu, dalam obrolan mereka tidak terlepas dari hobi-hobi dan hal-hal gila yang mereka sukai.
Hari-hari mereka terkendalan oleh komunikasi, dengan pelantara surat mereka membahas apapun yang mereka gemari, lebih dari 30 surat yang bisa dikatakan sebagai surat cinta terkumpul di almari.
"kamu suka langit" kata wanita itu kepada Adelami
"iya, aku suka langit walaupun dia munafik"
"mengapa begitu"
"kadang-kadang langit sangat cerah namun tiba-tiba hujan"
"jadi kamu tetap menyukai langit"
"aku akan tetap menyukai dan mencintai langit"
Senyum mereka mengembang setelah bercakapan itu, dalam hati Adelami berkata"aku harap aku menjadi penaung birumu yang agung untukmu". Dalam gejolak jiwanya, Adelami memutuskan untuk mengutarakan cintanya, karena dia pikir inilah pembuktian Witing tresna jalaran saka kulina. Dia sudah hampir 1 tahun menjalani pendekatan dengan wanita itu, dan disalah satu bulan Adelami mengutarakan cintanya itu dengan awal yang rumit, mereka harus menyembunyikan hubungan mereka selama lebih 1 bulan karena teman Adelami ada yang dekat dan suka wanita itu, sebenarnya Adelami mengetahui perasaan temannya saat dia berkata "mas, aku pacaran dengan wanita itu", teman Adelami langsung kaget sambil menatapnya dan Adelami menunduk. Dia benar-benar kaku berbicara untuk waktu itu, jadi dia putuskan hanya terus menunduk hingga temannya berkata "yaudah tidak apa-apa". Teman Adelami hanya tersenyum dan Adelami sendiri masih tidak enak hati, namun Adelami berkata "tidak mungkin selamanya aku diam". Dan sejak saat itu Adelami dan kekasihnya mulai merahasiakan hubungannya dan terbongkar beberapa minggu setelahnya serta menjadi kabar hangat di sekolah.
SETELAH ADELAMI LULUS SEKOLAH
"Aku tidak peduli kelak kita mau jadi apa, mau pacaran kek, sahabatan kek, aku tidak peduli, yang penting rasa itu benar-benar ada" tiba-tiba Adelami teringat dengat kata-kata yang pernih dia ucapkan kepada kekasihnya beberapa bulan yang lalu. Sekarang mereka benar-benar lulus sekolah dan rencana mereka akan sama-sama kuliah di Malang dan Adelami mengiyakan ajakan kekasihnya. Namun tiba-tiba ditengah jalan, kekasihnya membatalkan rencana itu dan membuat Adelami sedikit kesal, akhirnya Adelami mendaftar di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta dan diterima sedangkan kekasihnya berada di Semarang, dalam jauhnya jarak, Adelami dan kekasihnya tetap menjaga hubungan. Adelami berkata dalam hati "disinilah kesetiaan lelaki di uji". Adelami menatap langit Yogyakarta dan membayangkan keadaan kekasihnya disana, Adelami teringat dengan kata temannya "Orang yang istimewa akan kalah dengan orang yang selalu ada" jadi Adelami berfikir kekasihnya akan menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang disekitarnya dibanding dengannya, jadi dia berharap Witing tresna jalaran saka kulina tidak berlaku untuknya dan kekasihnya, Adelami tetap menjaga hati untuk kekasihnya. Dan sebenarnya Adelami itu Aku.
Tulisan ini disertakan dalam kontes GA Sadar Hati – Bahasa Daerah Harus Diminati
Lancang memang betapa hati tersakiti, yang ada hanya meracau sejadinya, banyak lelaki yang tidak tahu malu, sedikit-sedikit kesana sedikit-sedikit kemari. Lebih baik berteman dengan pembunuh yang punya hati nurani daripada ulama yang seorang pendusta. Malam itu aku hanya termenung sendiri, dan percaya bahwa air mata selalu mendatangkan pelangi di akhir isakan. Saat waktu terus berlalu, yang mendung terlihat cerah dan yang cerah terlihat mendung. Aku bukan hidup di masa lalu, kala di masa lalu mungkin aku bisa membunuh orang semauku, tapi sekarang aku hanya remaja yang harus taat kepada hukum yang entah ditaati oleh pembuatnya atau tidak. Yang ada hanya gurauan sinis, melankolis yang amat sempurna ada pada diriku, di masa lalu kami adalah sepasang kekasih, dan sakit memang jika menerima kejujuran yang tidak kita hendaki. Seorang Adebayan yang di masa lalu sangat disegani karena keras dan tegasnya kini harus bersikap biasa, seperti orang lain dan bergaul seperti orang lain, buka seperti bangsawan keraton. Raja ke 5 adalah temanku, raja ke 6 adalah seseorang yang pernah aku gendong, aku disini menjadi manusia kecil, tak bisa berbuat apa-apa semauku, tapi kelak aku akan membuktikan bahwa kematianku tidak sia-sia. Entah mengapa banyak sekali perselisihan, banyak sekali aroma pembunuhan dalam hukum yang sudah disahkan oleh sang ahli. Badut, iya badut yang lucu tetapi dia menahan pedih.
Aku punya cerita begini:
Saat itu Surya sedang rindu dengan mantan kekasihnya yang 2 tahun lalu menikah dengan sahabatnya sendiri dan sekarang sudah mempunyai anak yang bernami Adelami, Surya sendiri belum menikah karena dia masih cinta kepada mantan kekasihnya itu, suatu hari ada badut yang lewat rumahnya dan dia pun memanggil badut itu. Surya mempunyai ide yang cemerlang, dia berbicara dengan badut itu.
"Boleh aku menyewa kostum kamu mas"kata Surya
"boleh, tapi untuk apa"jawab si Badut
"untuk menemui seseorang"
"biayanya 100 ribu sehari, gimana?"
"okelah mas, tapi mas bisa ikut saya gak"
"baiklah, kebetulan saya mempunyai 2 kostum, pinjam kapan"
"sekarang saja mas"
dengan jawaban itu, si Badut pun berlari ke arah rumahnya yang ternyata tidak jauh dari rumah Surya, entah apa yang ada dipikiran Surya, belakangan Surya sangat merindukan kekasihnya itu yang dulu pernah dimiliknya, selang beberapa saat si Badut pun datang dengan membawa kostum badut lain.
"ini mas, silahkan dipakai, terus saya temani mas"
dengan berlinang air mata, Surya meraih kostum itu dan masuk kedalam rumah untuk berganti kostum. Lelaki boleh menangis dan itu tidak dilarang, di masa lalu pun aku sering menangis kepayahan saat ada yang menyakitiku, cinta, rindu, dusta itu pasti ada. Jangan bilang benci karena mungkin orang itulah yang akan mencintaimu.
Dengan langkah yang pasti Surya keluar dengan kostum badut yang lucu, mukanya sudah dicat putih dan bagian bibirnya merah, dan si Badut masih bingung dengan apa yang akan dilakuka Surya.
"mari mas kita berangkat"
dengan langkah yang pasti, Surya dan si Badut melangkah perlahan sambil sesekali menampilkan kelucuan dalam pedihnya hati Surya, setelah berjalan 1 jam Surya dan Si Badut sampai dirumah mantan kekasih Surya, terlihat suami, anak dan mantan kekasih surya sedang bermain di teras depan rumah. Awalnya surya ragu-ragu tapi dia tetap melangkah.
"hiiiiiiiiiiiiiii ada badut, sayang"kata mantan kekasih surya kepada anaknya.
gelak tawa keluarga kecil itu pecah saat surya dan si badut menampilkan kelucuan mereka, terlihat mata surya menampilakn air mata yang menumpuk di pinggir mata, dia rapuh saat itu tapi dia masih menari dengan lincah tapi terpaksa, sesekali surya mengeluarkan coklat dan diberikan kepada anak mungil itu, hati surya pecah saat itu dan dia masih menari dan memberikan coklat hingga dia usaikan penampilannya. Kelaurga itu sangat berbahagia sekali dengan hiburan oleh surya, surya dan si badut pun beranjak pulang. Tapi mantan kekasih surya memanggilnya.
"mas baduuuuuuuut"teriaknya
Surya dan si badut menoleh dan menghampiri, mantan kekasih surya menyodorkan uang 50 ribu untuk mereka berdua, namun surya menolaknya sambil berkata.
"Kelucuan bukan untuk dibeli, tapi untuk menghibur hati"
mantan kekasih surya kaget karena kata-kata itu pernah diucapkan surya saat mereka berdua masih pacaran dulu.
"Surya"katanya dengan lirih
dan surya serta si badut melangkah pergi dengan segera takut suami dari mantan kekasihnya mengetahui bahwa itu surya, hari itu surya menjadi manusia bodoh yang berani menunjukkan cintanya, surya bukan bodoh, tapi dia berkata padaku begini "Cinta kami tak lekang oleh waktu" dan dia mulai duduk dengan rileks namun dia bangkit kembali dan berkata "cintaku tak lekang oleh waktu".
Aku punya cerita begini:
Saat itu Surya sedang rindu dengan mantan kekasihnya yang 2 tahun lalu menikah dengan sahabatnya sendiri dan sekarang sudah mempunyai anak yang bernami Adelami, Surya sendiri belum menikah karena dia masih cinta kepada mantan kekasihnya itu, suatu hari ada badut yang lewat rumahnya dan dia pun memanggil badut itu. Surya mempunyai ide yang cemerlang, dia berbicara dengan badut itu.
"Boleh aku menyewa kostum kamu mas"kata Surya
"boleh, tapi untuk apa"jawab si Badut
"untuk menemui seseorang"
"biayanya 100 ribu sehari, gimana?"
"okelah mas, tapi mas bisa ikut saya gak"
"baiklah, kebetulan saya mempunyai 2 kostum, pinjam kapan"
"sekarang saja mas"
dengan jawaban itu, si Badut pun berlari ke arah rumahnya yang ternyata tidak jauh dari rumah Surya, entah apa yang ada dipikiran Surya, belakangan Surya sangat merindukan kekasihnya itu yang dulu pernah dimiliknya, selang beberapa saat si Badut pun datang dengan membawa kostum badut lain.
"ini mas, silahkan dipakai, terus saya temani mas"
dengan berlinang air mata, Surya meraih kostum itu dan masuk kedalam rumah untuk berganti kostum. Lelaki boleh menangis dan itu tidak dilarang, di masa lalu pun aku sering menangis kepayahan saat ada yang menyakitiku, cinta, rindu, dusta itu pasti ada. Jangan bilang benci karena mungkin orang itulah yang akan mencintaimu.
Dengan langkah yang pasti Surya keluar dengan kostum badut yang lucu, mukanya sudah dicat putih dan bagian bibirnya merah, dan si Badut masih bingung dengan apa yang akan dilakuka Surya.
"mari mas kita berangkat"
dengan langkah yang pasti, Surya dan si Badut melangkah perlahan sambil sesekali menampilkan kelucuan dalam pedihnya hati Surya, setelah berjalan 1 jam Surya dan Si Badut sampai dirumah mantan kekasih Surya, terlihat suami, anak dan mantan kekasih surya sedang bermain di teras depan rumah. Awalnya surya ragu-ragu tapi dia tetap melangkah.
"hiiiiiiiiiiiiiii ada badut, sayang"kata mantan kekasih surya kepada anaknya.
gelak tawa keluarga kecil itu pecah saat surya dan si badut menampilkan kelucuan mereka, terlihat mata surya menampilakn air mata yang menumpuk di pinggir mata, dia rapuh saat itu tapi dia masih menari dengan lincah tapi terpaksa, sesekali surya mengeluarkan coklat dan diberikan kepada anak mungil itu, hati surya pecah saat itu dan dia masih menari dan memberikan coklat hingga dia usaikan penampilannya. Kelaurga itu sangat berbahagia sekali dengan hiburan oleh surya, surya dan si badut pun beranjak pulang. Tapi mantan kekasih surya memanggilnya.
"mas baduuuuuuuut"teriaknya
Surya dan si badut menoleh dan menghampiri, mantan kekasih surya menyodorkan uang 50 ribu untuk mereka berdua, namun surya menolaknya sambil berkata.
"Kelucuan bukan untuk dibeli, tapi untuk menghibur hati"
mantan kekasih surya kaget karena kata-kata itu pernah diucapkan surya saat mereka berdua masih pacaran dulu.
"Surya"katanya dengan lirih
dan surya serta si badut melangkah pergi dengan segera takut suami dari mantan kekasihnya mengetahui bahwa itu surya, hari itu surya menjadi manusia bodoh yang berani menunjukkan cintanya, surya bukan bodoh, tapi dia berkata padaku begini "Cinta kami tak lekang oleh waktu" dan dia mulai duduk dengan rileks namun dia bangkit kembali dan berkata "cintaku tak lekang oleh waktu".












