![]() |
Sudah 2 bulan terakhir ini gue hobi banget dengerin lagunya Muse yang berjudul Unintended, saking seringnya ngedengerin jadi sekarang gue hafal liriknya. Entah apa rahasia Muse bisa membuat lagunya sekondang itu, liriknya cuma dikit tapi kalo dihayatin pasti ngena di hati banget, dan buat loe-loe yang cengeng mungkin mewek deh kalo tau maksud dari liriknya, kalo gak tau yah terjemahin pake kamus dulu,hahahahahaha. sekarang gue mau nyanyi, bareng-bareng yah.

you could be my unintended choice
to live my life extended
you could be the one i'll always love
you could be the one who listens to my deepest inquisitions
you could be the one i'll always love
i'll be there as soon as i can
but i'm busy
mending broken
pieces of the life i had before
first there was the one who challenged
all my dreams and all my balance
she could never be as good as you
you could be my unintended choice
to live my life extended
you should be the one i'll always love
i'll be there as soon as i can
but i'm busy mending broken
pieces of the life i had before

to live my life extended
you could be the one i'll always love
you could be the one who listens to my deepest inquisitions
you could be the one i'll always love
i'll be there as soon as i can
but i'm busy
mending broken
pieces of the life i had before
first there was the one who challenged
all my dreams and all my balance
she could never be as good as you
you could be my unintended choice
to live my life extended
you should be the one i'll always love
i'll be there as soon as i can
but i'm busy mending broken
pieces of the life i had before
tuh lagunya keren kan, kalo mau nonton videonya di harap gak ngeres.
Subuh itu masih agak sedikit gerimis, gue masih terdampar di pulau kapuk sama adek gue. Pagi itu rencananya gue mau go to kajen buat les baca kitab salaf, awalnya gue ragu dengan kesehatan gue yang kempas-kempis gak jelas dan susah move on, tapi tekat gue 5cm didepan kening(wiiiih kayak film 5cm dong) trus setelah shalat subuh dan sarapan sama piring sendok nasi plus telor dadar spesial buatan sendiri langsung capcus deh gak pake dandan cukup pake baju merah dan sarung hitam plus kopiah hitam langsung menuju pinggir jalan raya buat nunggu bus lewat.hahhahahahah sumpah yah waktu itu dingin beud tauk, tapi demi kalian-kalian(XII B)gue rela gini. Setelah dapet bus dan duduk manis semanis wajahku yang dibilang temen-temen radak ngangenin(ini ciyus lho)langsung berfilosofi liar ala filsuf amatir. Perjalanan memakan waktu satu setengah jam tapi waktunya gak pernah kenyang atau muntah, haddeeeeeh. di perjalanan fine-fine aja dan akhirnya sampe di pertigaan ngemplak.@Kajen village
Setelah sampe gue langsung meluncur ke pondok gue yang bernama beken Kulon Banon, gue langsung capcus aja ke kamar gue yang sepi melongo galau ditinggal penghuninya yang lagi liburan semester. Hari itu ujan cukup deras dan bikin orang cincing-cincing, lantas gue langsung go to Madrasah Salafiyah yang terletak jauh disana, perjalanan memakan waktu sepuluh menit dan lagi-lagi waktunya belom kenyang. Gue disapa temen-temen gila gue layaknya Najih,Akhyar,Afip,Fahmi,dan Dhofar. sebelum datang kesini gue di sms Ustadz Syamsur yang mengabarkan akan hadir jam 9, berhubung senggang waktu yang lama gue sama najih pergi cari majalah, eeeh malah jadinya beli majalah GAUL. Gue baca sama Fahmi di depan kelas dan selang beberapa saat Ma'ruf dan Khamid nongol dari gerbang.
@Kelas
Ustadz Syamsur menerangkan secara gamblang materi pagi itu, perlahan aku mulai paham dan mengerti dan berani juga ditantang duel baca kitab salaf(gayaneeee). Semua santri mengikuti dengan tertib tapi santai, enak juga kalo cara belajarnya seperti ini, sunyi sepi tanpa trouble makers. 2 Jam Gue dan kawan-kawan mengikuti pembelajaran dan tiba saatnya berpisah dan aku harus naik bus lagi ke Jepara, padahal kan pengen ngapel dulu, kebetulan di Pati kan.hahahahahha
@Bus yang bernama MR BAGONK
Penumpangnya penuh sesak dan bejibun bau keringat dan jelantah tapi gue cuek aja, ditengah perjalanan ada anak kecil yang muntah, dan gue salut sama kernetnya yang dengan sigap mengambil plastik untuk wadah muntahan, lantas gue pinjemin Freshcare atau apalah namanya pokoknya yang bintang iklannya mantan gue(Sandra Dewi). Ibunya nangis terus liat anaknya lemes dan gue iba sih masak gue harus ikutan nangis,hehehehe.
@Bangsri
Hujan deras ngeroyok gue, gak ada ojek yang mangkal jadi gue calling mamaku untuk jemput di tempat yang telah disetujui, sumpah bro sist hujannya lebat dan mama gue dateng jemput gue, i love you mom. Pokoknya ibu gue juara deh, masakannya juara, omelannya juga juara, dan gue akan kasih menantu yang pastinya juara, cayyooooo semangat cari istri(eh udah dapet pacar tinggal nunggu pelaminan#PLAAAK masih lama, tunggu tanggal mainnya aja)hahhahahaha.
Kau tahu rentang sayapberbeda burung satu dan lain
kelinci melenguh panjang
bercinta di rerumputan
disisi lain aku jamah dinding
menepuk beberapa kali
aku rindu seroja
aku rindu segala
aku rindu air
aku rindu kamu
terkepung
benar aku terjerembab
dalam jatuh berbaring di rumput
rebahlah disampingku jua dengan ragamu
aku rindu kamu
Jam 21.10 setelah sibuk mencari-cari tentang apa saja yang dirasa penting, Stafaband juga masih melayaniku mencari lagu favoritku. Lagu dari Frank Sinatra dan Weezer yang aku download sambil sesekali teriakan keras mengarungi pertandingan Indonesia VS Thailand. Temanku bernama Afip mengabariku bahwa besok ada les baca kitab di Madrasah, sontak aku yang diberi kepercayaan Ustadz Syamsur untuk ikut nyemak langsung kaget karena posisiku sekarang di rumah dan sedang sakit, aku tidak ingin mengecewakan beliau, bisa tidak bisa aku harus menapakkan kaki di Kajen. Sebuah desa yang lugu dengan peradabannya, disini aku mengenal filsafat dan sastra, aku mempunyai guru-guru yang bersedia menjadi curahan hatiku. Aku akan kesana Kajen, walaupun kau tahu aku tidak enak badan, aku rindu senyuman teman-temanku. Semoga hari esok masih ada tuhan,untukku. Wahai malamku bawa cintaku sampaikanlah, untuk dirinya dan hatiku yang selalu bersamanya. Lagu Funky Kopral mendayun indah dari jetaudio di laptopku. Masih terasa indah semua kenangan lalu,tadi,dan sekarang. Aku tidak fokus saat menulis postingan ini, yang hanya ada bagaimana hari esok akan hadir untukku, aku rindu pagi,siang dan malam, dan terutama aku rindu senja dan langit di angkasa luas disana. Aku sakit dan semoga dosaku di hapus oleh Allah SWT. amiiiiiiin.
Lajur mulut boleh ingkar tapi hati tak mungkin, Siang di salah satu hari desember 2013 terjadi mungkin beberapa kali pertengkaran halus namun menyita hati. Kau tahu Alanis sedang marah besar terhadapku, aku tahu tingkahku keterlaluan yang tidak membalas smsnya, aku juga terpaksa tidak membalas smsnya saat itu, kata hati ingin membalas namun aku menghormati panggilan keluargaku yang berkali-kali memanggilku. Sekarang dia pun bungkam sama sekali, aku bingung dan berfikir apakah dia akan memaafkanku?. Kau tahu betapa sayangku terhadapnya, aku tak berani mengganggunya jika seperti ini, yang ada dibenakku adalah kapan dia sembuh dari kemarahannya dan mulai tersenyum kembali khusunya kepadaku. Bayangkan sebuah daun pun tak marah saat angin memisahkannya dengan pohon yang ditinggalinya, dan daun pun membusuk di tanah. Aku seperti uji nyali saat menerima sms dari Alanis, otak humorku membeku saat ini dan pemanas tak mungkin dapat melelehkan dingin dan bekunya otakku. Dan saat menulis postingan ini tepat jam 13.51 WIB terasa gempa dimana-mana, kau tahu aku sedang mendengarkan lagu dari Muse yang berjudul Unintended, lagu yang membuat aku serasa jalan kepedihan di depanku sambil memegang gitar. Bernyanyi pedih dan kata-kata tak mungkin masuk ke dalam hati, ada sebuah filsuf yang berkata " Saat kita berpisah prinsip kita adalah aku bukan kamu dan kamu bukan aku, dan saat kita bersama prinsip kita aku adalah kamu dan kamu adalah aku". Terang saja aku berpikir ribuan kali untuk mengabari Alanis tentang bagaimana aku khawatir dengan hatinya, banyak orang diluar sana yang menginginkannya dan mengejarnya, aku khawatir jika hatinya berbelok dan nyaman dengan orang lain saat aku dan dia bertengkar seperti ini. Tolong, aku mencintainya. Tak mungkin aku lepas semudah aku melepas sayap-sayap laron yang ada disekitar lampu neon. Mataku lama-lama merdeup dan bagaimana air mata tiba-tiba meleleh melewati pipi dan winamp di Laptopku terus memutar lagu dari Muse. Unintended kemana kau pergi dan kemana kau pergi?
Gak banyak orang yang ngerti betapa gue menanggung rasa sakit di kepala, tenggorokan dan perut. Penyakit ternyata mainnya keroyokan, tau gini gue siapin banser di depan rumah deh biar penyakit gak berani nyolek gue, hmmm tapi yang namanya takdir tuhan apapun itu telah ditulis di skenario yang tertata apik. Di mulai kemarin gue ikut lomba dai muda di sekolah, tapi yang namanya gue si Kurus atau sering di panggil imam gak pengen serius kalo masalah begituan, lha gue jadiin tuh ajang dai muda sebagai ajang Stand Up Comedy, udah lama banget gak nglucu di depan orang, ternyata respon mereka alhamdulillah cukup meriah walalupun mereka gak tau betapa sakitnya gue nahan sakit di tenggorokan. Untuk Persatuan anak IPS ternyata kalian diluar dugaan gue, kalian semua gokil amat dan kocak, dan tahun depan kita gak bisa gini lagi, bikin nyeseg gak tuh. Loe tau kan lagu Endank Soekamti yang judulnya Angka 8. Kita semua tuh laksana angka 8 selalu nyambung terus gak pernah terputus. Sumpah sulit banget nemu sobat-sobat kayak kalian, sebuah perasaan ria dan penuh haru saat bersama kalian. Dan untuk semua komplotan gue yang super gokil yang bikin onar sampe dipanggil BP kan, tapi itu semua jarang atau bahkan kita alami lagi dimasa depan. Puisi buat loe semua ada di diary gue, jujur gue cinta kalian walalupun gue tau loe semua itu gila,saklek,sarap tapi kalian baik hati, kalian juga ajaib bisa merubah kelas menjadi berantakan kurang lebih 10 detik. Tingkah kalian bikin gue kayak RCTI, oke banget deh kalian, tapi gue sering dimintai tolong dari kelas lain khususnya XII G yang sering mangkel plus senewen kalo kita ricuh sendiri, hahahahaha. Tapi anehnya malah menikmati kegilaan loe semua, sungguh kau tak pernah merasa jera kau selalu ada walau tanggal tua. Kalian tuh kayak cacing, bergeliat kesanan kemari kalian ricuh tapi menghanyutkan. 
